TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menyita perhatian publik terkait aktivitas penarikan tarif parkir di lingkungan Masjid Ash Shadiq. Lokasi masjid tersebut diketahui berada di Jalan Urip Sumoharjo, Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, keluhan tersebut pertama kali mencuat melalui akun Threads @newrit . Unggahan itu menyoroti praktik juru parkir yang tetap memungut biaya kepada jemaah yang datang untuk beribadah ke masjid.

"Sangat tidak menyangka, saat ingin pergi ke masjid yang berada di pinggir jalan saja harus diparkiri. Saya benar-benar tidak habis pikir karena di Solo ini semua tempat seolah-olah menjadi lahan parkir," ujar pemilik akun Threads @newrit .

Pemilik akun tersebut juga menyampaikan kritik mengenai efisiensi sistem pembayaran di era digital yang kontras dengan praktik di lapangan. Ia mempertanyakan urgensi membawa uang tunai untuk membayar parkir saat fasilitas lain sudah menggunakan sistem nontunai.

"Padahal saat ini kotak amal saja sudah menggunakan sistem QRIS, masak untuk tukang parkir saja kita harus repot-repot membawa dompet," kata pemilik akun Threads @newrit .

Narasi dalam unggahan tersebut juga menggambarkan situasi di lokasi saat jemaah sedang khusyuk menjalankan ibadah salat. Penulis unggahan merasa heran melihat juru parkir tetap sibuk mengatur kendaraan di area tersebut.

"Saat semua orang sedang sibuk berjamaah melaksanakan salat, beliau justru sibuk membalikkan stang motor para pengunjung," ungkap pemilik akun Threads @newrit .

Lebih lanjut, pemilik akun menyoroti letak geografis masjid yang berada di pusat kota dengan kondisi lahan parkir yang berada di jalur lambat. Hal tersebut menjadi poin tambahan dalam keluhannya terkait kenyamanan jemaah masjid.

"Padahal masjidnya ini terletak tepat di tengah Kota Solo dan berada di jalur lambat untuk lahan parkirnya," tutur pemilik akun Threads @newrit .