TIMESINDONESIA.MY.ID - Kawasan hutan lindung di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, mengalami musibah kebakaran hebat yang meluas hingga ratusan hektare. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius terkait kelestarian ekosistem di salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Selatan tersebut.

Dikutip dari Detik Sulsel, insiden kebakaran ini tercatat menghanguskan sekitar 124 hektare lahan hutan lindung. Luasnya area yang terdampak memaksa otoritas setempat untuk segera melakukan langkah mitigasi guna mencegah api merambat lebih jauh.

Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang membuat vegetasi di kawasan hutan menjadi sangat kering. Faktor geografis yang sulit dijangkau juga menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan dalam upaya memadamkan titik api.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang segera mengerahkan personel untuk meninjau lokasi kejadian. Mereka berupaya melakukan pemetaan area terdampak sekaligus memastikan tidak ada warga atau pendaki yang terjebak di tengah kepungan api.

"Kami terus berupaya melakukan pemadaman secara manual di titik-titik yang memungkinkan untuk dijangkau oleh personel," ujar Kepala BPBD Enrekang, Arsil Bagenda.

Selain aspek pemadaman, pihak berwenang kini juga tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti munculnya api. Langkah ini penting untuk menentukan apakah kebakaran disebabkan oleh faktor alam atau adanya aktivitas manusia yang tidak terkontrol di area hutan.

"Penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim di lapangan agar kita bisa memitigasi kejadian serupa di masa depan," kata Arsil Bagenda.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap titik api masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di area hutan selama musim kemarau berlangsung.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran hutan. Rehabilitasi lahan yang terdampak diharapkan dapat segera direncanakan setelah kondisi di lapangan dinyatakan benar-benar aman.