TIMESINDONESIA.MY.ID - Polsek Metro Penjaringan akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait sebuah unggahan video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut menampilkan momen pembagian bingkisan kepada sekelompok orang yang terjadi bertepatan dengan aksi massa pada 27 Agustus lalu.
Peristiwa ini sempat memicu berbagai spekulasi dari warganet karena adanya narasi yang mengaitkan kegiatan polisi tersebut dengan aksi demonstrasi. Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang berpakaian dan bersepatu hitam menerima bingkisan di tengah situasi yang sedang ramai.
Dikutip dari sumber berita terkait, pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan aksi massa yang sedang berlangsung. Polisi menyebut bahwa acara itu adalah bagian dari agenda rutin yang sudah direncanakan sebelumnya.
Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra, memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi serta tujuan utama dari kegiatan bakti sosial tersebut. Ia memastikan bahwa program ini merupakan agenda rutin untuk menjalin komunikasi dengan mitra kamtibmas.
"Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Polsek Metro Penjaringan bersama komunitas untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas," ujar AKBP Agta Bhuwana Putra.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan bahwa pembagian bingkisan tersebut murni sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu tugas kepolisian dalam menjaga lingkungan. Tidak ada maksud lain di balik pemberian bingkisan tersebut selain untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
"Kami menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bakti sosial rutin untuk mitra kamtibmas, bukan terkait aksi massa," tegas AKBP Agta Bhuwana Putra.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak kepolisian berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan narasi yang keliru terkait video tersebut. Polsek Metro Penjaringan berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dalam setiap kegiatan yang dilakukan di wilayah hukumnya.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi konten yang beredar di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Pihak kepolisian akan terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah Penjaringan melalui pendekatan yang humanis.