TIMESINDONESIA.MY.ID - Ruang linimasa media sosial belakangan ini dipenuhi oleh ragam unggahan kuliner yang mengangkat kembali keberadaan umbi kimpul. Bahan pangan lokal yang dulu terkesan sederhana kini mendadak mencuri perhatian publik setelah disulap menjadi aneka sajian yang lezat.
Kepopuleran umbi tradisional ini berkembang sangat cepat seiring banyaknya pembuat konten yang membagikan resep olahan kreatif kimpul. Fenomena unik tersebut tidak hanya membangkitkan selera makan, tetapi juga memicu rasa penasaran masyarakat akan manfaat kesehatannya.
Dilansir dari Jakartahype.com, perbincangan hangat di jagat maya mengenai kimpul mendorong warganet untuk mencari tahu potensi umbi ini sebagai pengganti nasi. Banyak masyarakat bermaksud menjadikan kimpul sebagai alternatif sumber karbohidrat harian yang aman bagi tubuh.
Menanggapi antusiasme masyarakat terhadap tren pangan tersebut, dokter spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, turut memberikan penjelasan ilmiahnya. Keterangan serta ulasan medis secara komprehensif tersebut disampaikan langsung oleh beliau pada Selasa (4/8/2026).
"Umbi kimpul memiliki profil nutrisi yang sangat potensial untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sehari-hari," kata dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK.
"Kandungan karbohidrat kompleks di dalam kimpul menjadikan pangan tradisional ini aman dan cocok digunakan sebagai alternatif sumber energi harian," jelas dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK.
Melalui edukasi nutrisi yang tepat, masyarakat diimbau untuk mengolah kimpul dengan cara yang lebih sehat seperti dikukus atau direbus. Langkah pengolahan yang benar akan menjaga keutuhan gizi sekaligus memaksimalkan manfaat kimpul bagi ketahanan fisik.
Kebangkitan kimpul di panggung kuliner modern memperlihatkan bahwa kekayaan pangan lokal Indonesia terus memiliki daya tarik tersendiri. Dukungan pengetahuan gizi dari para ahli medis diharapkan dapat memandu masyarakat dalam memanfaatkan kimpul secara optimal.