TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, sebuah riset mengenai persepsi masyarakat terhadap iklim demokrasi baru saja dirilis ke publik. Poltracking Indonesia menjadi lembaga yang bertanggung jawab dalam melakukan penelitian terkait isu kebebasan sipil tersebut.
Kegiatan rilis hasil survei ini dilaksanakan secara daring melalui platform Poltracking TV pada Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, lembaga ini memaparkan data mengenai bagaimana masyarakat memandang kebebasan berpendapat di tanah air.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, memaparkan secara rinci temuan lapangan yang dikumpulkan oleh timnya. Ia menjelaskan bahwa angka kepercayaan publik terhadap ruang demokrasi saat ini masih menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.
"Kebebasan berpendapat relatif masih cukup baik, di atas 60 persen, yaitu 62,5 persen," ujar Hanta Yuda.
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas warga merasa masih memiliki ruang yang memadai untuk menyampaikan aspirasinya. Hal ini menjadi indikator penting dalam mengukur kesehatan demokrasi di Indonesia saat ini.
Di sisi lain, survei tersebut juga memotret kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda. Tercatat sebanyak 25,4 persen responden merasa bahwa kebebasan berpendapat di tanah air saat ini masih belum berjalan dengan baik.
Selain itu, terdapat pula sebagian responden yang memilih untuk bersikap netral atau tidak memberikan tanggapan. Angka untuk kategori tidak tahu atau tidak menjawab ini berada pada kisaran 12,5 persen.
Tidak hanya fokus pada kebebasan berpendapat, survei ini juga menyentuh aspek kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Hasilnya, mayoritas masyarakat menilai bahwa kebebasan pers di Indonesia saat ini juga sudah berada pada kondisi yang baik.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi berbagai pihak terkait dalam menjaga iklim kebebasan di masa depan. Stabilitas persepsi publik ini mencerminkan dinamika sosial yang cukup terjaga di tengah masyarakat.