TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pidato kenegaraan, menyoroti situasi ekonomi global yang tengah mengalami tekanan signifikan. Beliau mengaitkan kondisi ini dengan maraknya konflik dan perang yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Perhelatan penting ini berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kawasan Senayan, Jakarta. Pidato tersebut disampaikan pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus tahun 2026.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengidentifikasi adanya gangguan yang meluas pada rantai pasokan global. Situasi ini diperparah oleh ketegangan geopolitik serta perang dagang dan terbuka yang sedang berlangsung.

"Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka, di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa dampak dari berbagai konflik tersebut terasa secara universal. Seluruh negara di dunia turut merasakan tekanan ekonomi yang nyata dan terganggunya kelancaran pasokan barang.

"Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi," ujar Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraannya.

Menyikapi kondisi global yang penuh ketidakpastian ini, Presiden Prabowo menekankan sebuah prinsip fundamental bagi Indonesia. Beliau menyatakan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuannya untuk berdiri di atas kakinya sendiri.

"Dalam keadaan seperti itu, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri," tegas Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, beliau menegaskan kembali pentingnya kemandirian nasional. Indonesia tidak boleh menempatkan dirinya dalam posisi yang bergantung pada pasokan dari negara lain.