TIMESINDONESIA.MY.ID - JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jembatan yang digagas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Upaya ini bertujuan mulia untuk memastikan keselamatan pelajar saat menempuh perjalanan menuju sekolah.

Presiden Prabowo mengemukakan bahwa proyek pembangunan jembatan ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mengatasi kesulitan akses yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai daerah terpencil. Fokus utamanya adalah menghilangkan risiko yang membahayakan nyawa anak-anak.

Beliau merinci capaian konkret dari program ini, di mana TNI dilaporkan telah berhasil menyelesaikan pembangunan sebanyak 2.500 jembatan desa. Sementara itu, Polri juga turut berkontribusi dengan membangun 874 jembatan serupa di wilayah lain.

"Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa," tegas Presiden Prabowo saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa situasi di mana anak-anak harus mempertaruhkan nyawa untuk menyeberangi sungai demi mencapai sekolah harus segera diakhiri. Kondisi ini sangat tidak layak dan membahayakan masa depan generasi penerus bangsa.

"Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertarung nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan," ujarnya, menekankan betapa pentingnya akses pendidikan yang aman.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menggambarkan betapa beratnya perjuangan para pelajar yang belum memiliki akses jembatan memadai. Mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan seringkali dalam kondisi basah kuyup.

"Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam, berangkat basah, di kelas basah, pulang basah. Tidak boleh terjadi," tegasnya, menggambarkan dampak negatif dari kurangnya infrastruktur dasar ini.

Untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan, Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk proaktif.