TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengambil langkah awal dalam pembentukan bursa komoditas strategis dengan mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Surpres tersebut memuat nama calon yang diusulkan untuk menduduki posisi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses penunjukan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah untuk mengelola dan memperdagangkan sumber daya mineral serta komoditas vital lainnya secara lebih terstruktur. Pembentukan bursa ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi perekonomian nasional di masa depan.

Namun, identitas calon yang diajukan oleh Presiden Prabowo hingga saat ini masih dijaga kerahasiaannya oleh pihak DPR. Informasi mengenai siapa sosok yang akan memimpin bursa strategis tersebut belum dipublikasikan ke publik.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi penerimaan Surpres tersebut dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ia menyebutkan nomor dan tanggal surat yang mengindikasikan adanya tindak lanjut dari eksekutif.

"R-38 tanggal 10 Agustus 2026 hal calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, saat memimpin Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pernyataan ini disampaikan guna memberikan kejelasan mengenai agenda legislatif terkait usulan presiden.

Rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengumuman ini menandakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan wacana tersebut menjadi sebuah lembaga yang operasional.

Tujuan utama pembentukan bursa ini adalah untuk menciptakan mekanisme perdagangan yang transparan dan efisien bagi mineral serta komoditas strategis Indonesia. Diharapkan, hal ini akan meningkatkan nilai tambah produk domestik dan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.

Target operasional bursa komoditas strategis ini adalah pada awal tahun mendatang. Pemerintah menargetkan bursa tersebut sudah dapat beroperasi penuh mulai tanggal 1 Januari 2027.

"Adapun Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pemerintah membentuk bursa mineral dan komoditas strategis," demikian informasi yang disampaikan dalam artikel asli. Hal ini menunjukkan bahwa proses persiapan telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.