TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijakan internal yang ketat terkait agenda kunjungan kerja ke luar negeri. Sang Presiden memastikan bahwa seluruh persoalan mendesak di dalam negeri harus terselesaikan dengan optimal sebelum beliau bertolak ke luar wilayah Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan prinsip kerja yang dipegang teguh oleh Presiden Prabowo tersebut. Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di tanah air.

"Presiden Prabowo senantiasa memastikan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di dalam negeri sudah tertangani dengan baik sebelum beliau melakukan kunjungan kerja ke luar negeri," ujar Muhammad Qodari.

Menurut penjelasan tersebut, Presiden Prabowo memiliki pemahaman yang mendalam mengenai dinamika masalah yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Hal ini mencakup isu krusial seperti stabilitas harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga penanganan bencana alam.

"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," kata Muhammad Qodari.

Salah satu implementasi nyata dari arahan tersebut terlihat pada penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Presiden Prabowo terjun langsung untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif di lapangan.

Pada tanggal 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi karhutla serta memimpin rapat terbatas dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo mengumpulkan sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta jajaran pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah tersebut sebelum beliau memiliki agenda lain.

Melalui pendekatan ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mengutamakan kepentingan nasional di atas agenda internasional. Kepastian penanganan masalah domestik menjadi standar operasional yang diterapkan oleh Presiden Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan.