TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebanyak 51 orang di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Trikora Salakan pada Jumat (11/9/2026). Peristiwa ini terjadi setelah para korban mengeluhkan gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dikutip dari Kompas.com, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi makanan dalam program sosial. Pihak otoritas kesehatan setempat kini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pihak rumah sakit, jumlah korban terdiri dari 45 siswa, tiga orang guru, dan dua warga setempat. Mereka langsung dilarikan ke RSUD Trikora Salakan untuk mendapatkan pertolongan medis yang diperlukan agar kondisi kesehatan mereka segera membaik.
Mengenai penyebab pasti dari kejadian ini, pihak rumah sakit menyatakan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Investigasi mendalam masih terus dilakukan oleh instansi terkait untuk mengungkap apakah gangguan kesehatan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel, baik sampel makanan, muntahan, maupun sampel fisik makanan," ujar Demiyanus Solani.
Demiyanus Solani, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Trikora Salakan, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan. Sinergi ini diperlukan agar hasil laboratorium dapat segera keluar dan menjadi acuan bagi penanganan serta pencegahan ke depannya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kualitas dan kondisi makanan yang dikonsumsi, terutama dalam program pemberian makanan massal. Pemantauan ketat terhadap kebersihan proses pengolahan hingga penyajian menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil akan menjadi bukti otentik dalam menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien yang terdampak hingga kondisi mereka dinyatakan stabil dan pulih sepenuhnya.