TIMESINDONESIA.MY.ID - Putri Mahkota Swedia, Victoria, dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dalam rangka menjalankan perannya sebagai Duta Besar Kehormatan (Goodwill Ambassador) United Nations Development Programme (UNDP). Kunjungan ini direncanakan berlangsung selama lima hari, yaitu dari tanggal 4 hingga 8 September 2026.
Selama berada di Indonesia, Putri Victoria dijadwalkan untuk melakukan serangkaian pertemuan penting. Agenda beliau mencakup pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat tinggi pemerintah, mitra pembangunan strategis, pelaku sektor swasta, serta para pemimpin muda.
Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk menggali potensi kolaborasi dalam mendorong kemajuan pembangunan di Indonesia. Kehadiran Putri Victoria diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama internasional dalam berbagai bidang pembangunan.
Adapun fokus utama dari kunjungan kerja Putri Mahkota Swedia ini adalah untuk membahas strategi percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Beliau akan mendalami bagaimana inovasi teknologi dan transformasi digital dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, topik mengenai pendanaan gabungan atau blended finance juga akan menjadi agenda penting dalam diskusinya. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang pendanaan baru yang inovatif untuk mendukung berbagai program pembangunan di Indonesia.
Pernyataan mengenai tujuan kunjungan ini disampaikan secara gamblang di laman resmi UNDP Indonesia. "Di Jakarta untuk membahas bagaimana inovasi, transformasi digital, dan pendanaan gabungan (blended finance) dapat membantu mempercepat kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Tidak hanya di ibu kota, agenda kunjungan Putri Victoria juga akan mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran beliau di NTT diharapkan dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi inisiatif pembangunan di daerah tersebut.
Di provinsi tersebut, Putri Victoria dijadwalkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan berbagai mitra yang aktif terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Fokus utamanya adalah pada pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berlandaskan pada prinsip ekowisata dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.