TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa tragis yang menimpa seorang wanita berinisial R di Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, kini mulai terkuak tabirnya. Pihak kepolisian telah merilis kronologi yang mengungkap adanya dugaan rekayasa pembunuhan dalam kasus penemuan jasad korban yang tergantung.
Menurut keterangan awal yang disampaikan oleh pihak kepolisian, sebelum penemuan jasad tersebut, korban R diketahui sempat membuat janji pertemuan dengan seorang pria berinisial A, yang diduga adalah kekasihnya. Pertemuan inilah yang menjadi sorotan dalam penyelidikan lebih lanjut.
"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik menemukan adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp antara korban dan seorang pria berinisial A," kata Kapolresta Tangerang Kombes Muhammad Indra Waspada Amirullah, Selasa (11/8/2026).
Penyelidikan mendalam dilakukan oleh tim kepolisian dengan menelusuri riwayat komunikasi korban. Upaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terakhir kali berinteraksi dengan R sebelum kejadian nahas tersebut.
Melalui pemeriksaan intensif terhadap riwayat percakapan di ponsel korban, penyidik berhasil menemukan jejak komunikasi yang signifikan. Jejak tersebut menunjukkan adanya hubungan intensif antara korban R dan seorang pria yang diidentifikasi dengan inisial A.
"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik menemukan adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp antara korban dan seorang pria berinisial A," ujar Kombes Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Temuan komunikasi melalui aplikasi pesan instan menjadi titik krusial yang mengarahkan penyelidikan polisi. Hal ini membuka kemungkinan adanya keterlibatan A dalam peristiwa yang merenggut nyawa R.
Kabar ini dilansir dari sumber terpercaya yang memberitakan perkembangan kasus tersebut. Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat guna mengungkap motif di balik dugaan rekayasa pembunuhan ini.
Kapolresta Tangerang Kombes Muhammad Indra Waspada Amirullah memberikan keterangan lebih lanjut mengenai temuan awal ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami setiap aspek untuk memastikan keadilan bagi korban.