TIMESINDONESIA.MY.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Peran aktif keduanya dinilai sangat krusial dalam penanganan para korban yang diduga mengalami keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penanganan cepat dan efektif menjadi sorotan utama dalam evaluasi yang dilakukan oleh Wamendagri. Ia menekankan bahwa respons terhadap kejadian tersebut berjalan dengan baik dan sigap, menunjukkan koordinasi yang solid antara berbagai pihak.
"Jadi begitu pas kejadian mereka langsung antar ke rumah sakit. Ditangani oleh Puskesmas dan pemerintah daerah," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa upaya penanganan langsung oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan. Hal ini menunjukkan kesiapan sistem kesehatan di wilayah tersebut dalam menghadapi situasi darurat.
"Jadi kami lihat pemerintah daerah juga bekerja sudah cukup maksimal dan sangat cepat penanganannya," ungkap Wamendagri Ribka Haluk. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.
Komentar tersebut disampaikan oleh Wamendagri setelah melakukan kunjungan langsung. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan penanganan siswa yang menjadi korban dugaan keracunan dari program MBG.
Wamendagri didampingi oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, dalam tinjauannya. Keduanya hadir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura pada hari kejadian untuk melihat langsung kondisi para korban dan efektivitas penanganan medis yang diberikan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program-program nasional, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat optimal.
Dikutip dari berbagai sumber berita, peninjauan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi langkah-langkah pencegahan di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko serupa terulang kembali di kemudian hari.