TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan tanggapan terkait polemik rencana setoran keuntungan atau dividen kepada negara sebesar Rp 120 triliun. Isu ini mencuat setelah adanya klaim mengenai keberatan dari pihak Danantara terkait besaran nilai tersebut.

Untuk mencari titik terang, Rosan menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Keuangan. Pertemuan tersebut rencananya akan melibatkan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara.

"Ya nanti kita akan bicara semua lah ya. Tapi ini kan baru, nanti kita akan bicara dengan Kementerian Keuangan, dengan Pak Menkeu pada minggu ini saya kira," ujar Rosan Roeslani.

Agenda pertemuan ini dilakukan di tengah sorotan publik mengenai target kontribusi Danantara bagi kas negara. Rosan menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di lingkungan Istana, Jakarta, pada Senin (14/9/2026).

Sebelumnya, eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat melontarkan pernyataan yang memicu perhatian. Purbaya menyebut bahwa Danantara merasa keberatan atas target setoran dividen yang mencapai Rp 120 triliun tersebut.

Menurut Purbaya, pihak Danantara bahkan mengaku belum mengetahui adanya rencana penyetoran dana dalam jumlah jumbo itu. Hal ini menciptakan kesan adanya ketidaksinkronan informasi antara pihak pengelola investasi dengan kementerian terkait.

"Danantara masih keberatan dengan rencana penyetoran sebagian keuntungan kepada negara sebesar sekitar Rp 120 triliun," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa.

Pernyataan Purbaya tersebut kemudian menjadi latar belakang perlunya komunikasi lebih lanjut antara Danantara dan Kementerian Keuangan. Rosan menegaskan bahwa pihaknya akan menuntaskan isu ini melalui diskusi formal pada pekan ini.

Langkah ini diambil guna memastikan koordinasi yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan negara dan dividen badan usaha. Diharapkan, pertemuan antara Rosan dan Suahasil Nazara dapat memberikan kepastian mengenai rencana setoran tersebut.