TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari AutonetMagz.com, raksasa otomotif asal Shenzhen, BYD, tengah menghadapi dinamika pasar yang sangat kontras antara performa domestik dan internasional. Berdasarkan laporan keuangan paruh pertama tahun 2026, perusahaan ini mengalami pergeseran sumber pendapatan yang cukup drastis.

Di saat pasar otomotif Tiongkok sedang mengalami kelesuan, BYD justru mendapatkan angin segar dari berbagai negara di luar Tiongkok. Penjualan internasional kini resmi menjadi tulang punggung finansial utama bagi perusahaan tersebut.

Pencapaian ini mencatatkan sejarah baru bagi BYD, di mana persentase pendapatan dari luar negeri berhasil melampaui pendapatan domestik mereka sendiri. Fenomena ini menunjukkan adanya transformasi strategi pasar yang signifikan dalam enam bulan pertama tahun 2026.

Selama periode tersebut, BYD meraup pendapatan dari pasar luar negeri sebesar 181,3 miliar yuan atau setara dengan 27 miliar dolar AS. Angka ini mencatatkan lonjakan tajam sebesar 34 persen secara tahunan.

"Pencapaian fantastis tersebut menyumbang 53 persen dari total keseluruhan pendapatan perusahaan," ujar pihak AutonetMagz.com dalam ulasannya.

Namun, kondisi sebaliknya justru terjadi di pasar domestik Tiongkok. Pendapatan dari dalam negeri dilaporkan mengalami penurunan hingga 31 persen pada periode yang sama.

Penurunan ini selaras dengan data registrasi asuransi domestik untuk merek BYD yang merosot hampir 46 persen menjadi 795.169 unit. Meskipun sub-merek seperti Fang Cheng Bao mencatat kenaikan sebesar 115 persen, angka tersebut belum cukup untuk menutupi kerugian dari merek utama mereka.

Secara akumulatif, tekanan di pasar dalam negeri menyebabkan total pendapatan BYD turun 7,1 persen menjadi 344,8 miliar yuan. Sementara itu, laba bersih perusahaan juga ikut terkoreksi sebesar 20,5 persen menjadi 12,3 miliar yuan.

"Untuk memutar otak lemasnya penjualan mobil plug-in hybrid di dalam negeri, BYD makin ngebut ekspansi global brand mereka ke wilayah Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin," tulis AutonetMagz.com dalam laporannya.