TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 7,3 miliar. Dana ini dialokasikan untuk mempercepat berbagai proyek infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan di Kecamatan Pante Ceureumen.
Fokus utama dari alokasi dana ini adalah pembangunan tanggul, perbaikan Jembatan Gantung Sanggai–Jambak, serta pembangunan kembali Kantor Desa Jambak. Prioritas ini diberikan agar penanganan infrastruktur mendesak dapat diselesaikan sebelum puncak musim hujan tiba.
"Sebesar Rp 6 miliar dialokasikan untuk membangun tanggul bronjong pada lima titik yang kini telah memasuki tahap tender," demikian informasi yang disampaikan.
Pembangunan tanggul ini merupakan kelanjutan dari upaya penanganan bantaran sungai yang sebelumnya telah dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh. Sebelumnya, empat dari total 15 titik kritis bantaran sungai telah berhasil ditangani dengan nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp 12 miliar.
Dengan selesainya empat titik oleh BWS Aceh dan persiapan lima titik melalui alokasi TKD, masih tersisa enam titik kritis yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Keenam titik ini belum memiliki kepastian pendanaan untuk penanganannya.