TIMESINDONESIA.MY.ID - Ruben Onsu mengambil langkah bijak dengan memberikan teguran kepada putranya, Betrand Peto, terkait respons di ranah media sosial. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk membimbing Betrand memahami pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang publik.

Peristiwa ini bermula ketika Betrand Peto berupaya membela sang ayah di media sosial. Meskipun niatnya tulus untuk melindungi, Ruben merasa perlu untuk mengarahkan Betrand agar lebih berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan yang disaksikan oleh khalayak luas.

Tujuan utama Ruben Onsu adalah mencegah Betrand Peto terbiasa untuk selalu membela dirinya di platform digital. Ia menekankan bahwa setiap respons yang diberikan memiliki konsekuensi dan dapat membentuk persepsi publik terhadap keluarga.

Ruben ingin memastikan bahwa citra keluarga mereka tetap terjaga positif di mata masyarakat. Hal ini penting agar tidak muncul kesalahpahaman atau pandangan negatif yang dapat merugikan nama baik keluarga.

"Saya tidak ingin dia terbiasa untuk selalu membela saya, terutama di media sosial," ujar Ruben Onsu. Pernyataan ini menegaskan fokusnya pada pembelajaran Betrand mengenai dampak dari interaksi daring.

Lebih lanjut, Ruben Onsu menjelaskan pentingnya menjaga persepsi publik agar tetap kondusif. Ia berharap Betrand dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam menggunakan media sosial.

"Penting untuk menjaga citra keluarga kita di mata publik agar tetap positif dan tidak menimbulkan persepsi yang salah," tambah Ruben Onsu. Hal ini menunjukkan komitmennya terhadap reputasi keluarga.

Meskipun detail spesifik mengenai momen teguran tersebut tidak diungkapkan, konteksnya jelas mengarah pada upaya pembinaan karakter Betrand Peto. Ruben Onsu berperan sebagai orang tua yang membimbing anaknya dalam menghadapi dinamika kehidupan publik.

Pendekatan Ruben Onsu ini mencerminkan kesadarannya akan pengaruh besar media sosial dalam membentuk opini publik. Ia berusaha menanamkan nilai-nilai kehati-hatian dan tanggung jawab kepada putranya.