TIMESINDONESIA.MY.ID - Sandy, penabuh drum kenamaan dari grup musik legendaris PAS Band, baru-baru ini menyampaikan sebuah refleksi yang menyentuh hati. Ia mengenang kembali momen-momen spiritual yang berkesan saat menunaikan ibadah umrah bersama mendiang sahabatnya, Trisno.
Perjalanan ibadah umrah tersebut tercatat sebagai salah satu pengalaman paling berharga dan membekas dalam ingatan Sandy. Kebersamaan mereka di tanah suci Mekkah meninggalkan jejak emosional yang mendalam bagi sang musisi.
Momen kebersamaan mereka di depan Kakbah menjadi salah satu detail yang paling diingat oleh Sandy. Ia menggambarkan rutinitas yang mereka jalani selama berada di kota suci tersebut.
"Waktu itu memang rutin kita ngaji bareng di depan Kakbah," kenang Sandy, menggambarkan salah satu kebiasaan spiritual yang mereka lakukan bersama.
Pengalaman ini menjadi bukti nyata adanya kedekatan spiritual yang terjalin kuat antara Sandy dan Trisno. Momen tersebut memperkuat ikatan persahabatan mereka dalam nuansa keagamaan.
Ibadah umrah yang dijalani bersama ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, namun juga menjadi sarana penguatan ikatan batin. Momen-momen tersebut menjadi kenangan abadi bagi Sandy.
Perjalanan spiritual ini memberikan kesempatan bagi keduanya untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hal ini menambah kedalaman makna persahabatan mereka.
Setiap sudut tanah suci menjadi saksi bisu kebersamaan mereka dalam menjalankan ibadah. Kenangan ini terus hidup dalam hati Sandy hingga kini.
Pengalaman di Mekkah ini menjadi pengingat akan pentingnya persahabatan yang dilandasi nilai-nilai spiritual. Sandy menyimpan memori tersebut sebagai harta yang tak ternilai.