TIMESINDONESIA.MY.ID - Perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk meraih kedaulatan penuh dari Belanda menemukan momentum krusialnya dalam pertempuran empat hari di Surakarta pada Agustus 1949. Peristiwa ini, yang kemudian dikenal sebagai Serangan Umum Surakarta, dinilai sebagai jalan penting menuju pengakuan kedaulatan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI), Letjen TNI (Purn) Herman Bernhard Leopold (HBL) Mantiri. Beliau menyampaikan pandangannya dalam acara peringatan Hari Veteran Nasional 2026 yang diselenggarakan di Balai Sudirman, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Pertempuran sengit selama empat hari empat malam di Solo ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi posisi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB sendiri berlangsung di Den Haag, Belanda, dari tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949.

"Konferensi (KMB) ini menjadi titik akhir dari perjuangan panjang Indonesia memperoleh kedaulatan penuh dari Belanda setelah masa revolusi nasional," ujar Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, merujuk pada signifikansi KMB pasca pertempuran di Surakarta.

Menurut mantan Kepala Staf Umum ABRI ini, kisah keberanian para pejuang dalam pertempuran empat hari empat malam di Surakarta telah mendapatkan pengakuan resmi dari negara. Pengakuan ini salah satunya tercatat dalam pernyataan lisan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno.

"Bahwa mereka yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan adalah sebagai Veteran," ungkap Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, mengutip pernyataan bersejarah Presiden Soekarno yang mengakui status para pejuang.

Penetapan status veteran ini kemudian diperkuat dengan dasar hukum yang lebih formal. Hal ini ditandai dengan penetapan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2014.

"Kemudian diperkuat dengan penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional melalui Keppres Nomor 30 Tahun 2014," jelas Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, menguraikan legalitas peringatan Hari Veteran Nasional.

Kemenangan dan semangat yang ditunjukkan dalam Serangan Umum Surakarta turut menjadi bukti kekuatan militer dan tekad bangsa Indonesia di mata dunia. Peristiwa ini menjadi salah satu faktor pendukung yang memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan dengan Belanda.