TIMESINDONESIA.MY.ID - Selebgram Permesta Dhyaz baru-baru ini menjadi sorotan utama dalam percakapan hangat di kalangan pengguna internet Indonesia. Hal ini timbul akibat sebuah unggahan yang ia bagikan.
Dalam unggahan tersebut, Permesta Dhyaz memberikan sebuah imbauan kepada masyarakat luas. Ia menyarankan agar publik tidak terlalu sering melakukan flexing atau memamerkan kekayaan secara berlebihan di platform media sosial.
Namun, pesan yang disampaikan oleh Permesta Dhyaz ini rupanya tidak diterima dengan baik oleh sebagian besar warganet. Alih-alih mendapat respons positif, tindakannya justru memicu reaksi negatif yang cukup signifikan.
Fenomena ini bermula ketika Permesta Dhyaz memutuskan untuk membuat sebuah konten. Konten tersebut secara spesifik menyoroti tren pamer kekayaan atau flexing yang marak terjadi di dunia maya.
Ia kemudian menyampaikan pandangannya secara terbuka. Pandangannya tersebut berfokus pada dampak negatif yang mungkin timbul dari kebiasaan memamerkan kekayaan di media sosial terhadap persepsi publik secara umum.
"Pesan saya adalah agar kita lebih berhati-hati dalam menampilkan kekayaan di media sosial," ujar Permesta Dhyaz dalam sebuah unggahan yang kemudian menjadi viral.
Tindakan Permesta Dhyaz dalam memberikan nasihat tersebut justru berujung pada cibiran dan kritik pedas. Sebagian besar netizen menganggap nasihat tersebut tidak relevan atau bahkan terkesan hipokrit.
Kritik tajam ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian pandangan antara Permesta Dhyaz dan sebagian audiensnya. Hal ini kemudian menciptakan sebuah polemik di kalangan warganet.
Dikutip dari Tren.Hotnews.id, insiden ini menjadi contoh bagaimana sebuah pesan yang diniatkan baik bisa disalahartikan. Hal ini juga menyoroti sensitivitas isu pamer kekayaan di media sosial bagi masyarakat.