TIMESINDONESIA.MY.ID - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pemerintah telah merencanakan sebuah program bantuan pangan strategis. Bantuan Pangan Beras Tahap II ini akan disalurkan dalam jumlah besar, yaitu mencapai 997.200 ton.
Program bantuan ini ditujukan untuk menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga akses pangan masyarakat, melindungi daya beli, dan memperkuat stabilitas harga beras. Fokus utama program ini adalah pada periode semester II tahun 2026.
Bantuan pangan tahap kedua ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan, mencakup periode Juli, Agustus, dan September 2026. Skema penyaluran sekaligus untuk tiga bulan atau yang disebut "one shoot" dipilih agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang akan diterima setiap keluarga adalah 30 kilogram, yang direncanakan akan disalurkan secara serentak mulai tanggal 17 Agustus 2026.
"Sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan, 10 kilogram kali 33.244.000, jadi kurang lebih satu juta ton," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang menegaskan besaran alokasi beras yang disiapkan untuk program bantuan pangan ini.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, khususnya beras, agar masyarakat dapat merayakan hari kemerdekaan dengan tenang dan sejahtera," tambah Menteri Zulkifli Hasan.
Informasi ini diterima oleh Kompas.com pada Selasa, 11 Agustus 2026, menggarisbawahi kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.