TIMESINDONESIA.MY.ID - JAKARTA - Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan aspek fundamental yang menjadi perhatian serius berbagai pihak di Indonesia. Dalam konteks ini, peran TNI dan Polri seringkali menjadi sorotan publik terkait mandat dan kewenangan masing-masing.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto baru-baru ini menyatakan komitmennya terhadap tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh warga.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, memberikan pandangannya mengenai pembagian tugas dan sinergi antara kedua institusi pertahanan dan keamanan negara. Amelia mengingatkan mengenai mandat utama yang diemban oleh masing-masing lembaga.
"Polri memiliki mandat utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sementara TNI berfokus pada pertahanan negara," ujar Amelia Anggraini. Pernyataannya ini menekankan perbedaan fundamental dalam tugas pokok kedua institusi.
Meskipun demikian, Amelia Anggraini juga menegaskan bahwa menjaga keamanan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan Polri menjadi sangat penting untuk dapat diwujudkan.
"Sinergi tersebut tentu harus tetap dilaksanakan secara terukur, profesional, sesuai kewenangan dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Amelia Anggraini. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi harus tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Lebih lanjut, Amelia Anggraini merinci pembagian peran yang ada. "TNI memiliki tugas dan fungsi pertahanan negara, sementara Polri memiliki mandat utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tegasnya.
Amelia Anggraini menambahkan, "Keduanya dapat saling memperkuat tanpa harus mengambil alih kewenangan masing-masing." Pernyataan ini menekankan pentingnya saling mendukung tanpa adanya tumpang tindih tugas.
Menurut pandangan Amelia Anggraini, sinergi antara TNI dan Polri menjadi sangat krusial, terutama ketika situasi tertentu membutuhkan dukungan dan penguatan dari kedua belah pihak di lapangan. Hal ini mengindikasikan bahwa kolaborasi diperlukan dalam kondisi spesifik.