TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah daerah di Kabupaten Solok dan Kota Solok sedang menggenjot upaya pemulihan pascabencana, memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang rusak. Fokus utama juga diarahkan pada penyediaan hunian tetap bagi warga yang terdampak.
Selain itu, langkah-langkah pengendalian banjir dan penyelamatan lahan pertanian seluas 115 hektare yang terdampak bencana juga menjadi agenda penting. Hal ini dilakukan agar berbagai program pemulihan yang telah direncanakan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Prioritas-prioritas tersebut mengemuka dalam agenda monitoring dan evaluasi khusus yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Solok dan Kota Solok, Sumatera Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Tim Satgas PRR yang dipimpin oleh Kepala Posko Nasional, Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang mengalami dampak terparah. Mereka juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat.
"Kami memantau langsung kondisi di lapangan dan berdiskusi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, BPBD, serta organisasi perangkat daerah teknis untuk memastikan kelancaran proses rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono.
Dalam upaya pemulihan ini, Kabupaten Solok telah menerima dukungan signifikan berupa Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp 144 miliar. Dana ini dialokasikan untuk berbagai sektor yang terdampak bencana.
Realisasi anggaran di bidang kesehatan menunjukkan capaian tertinggi, yaitu 91 persen dari alokasi lebih dari Rp 6 miliar. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan layanan kesehatan pascabencana.
Selanjutnya, bidang ekonomi juga menjadi perhatian dengan realisasi mencapai 57 persen dari alokasi sebesar Rp 45 miliar. Upaya ini diharapkan dapat membangkitkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Dikutip dari KOMPAS.com, penyelesaian berbagai program pemulihan ini terus dipacu agar anggaran yang telah tersedia dapat segera menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.