TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti sebuah konten viral yang diduga melakukan kampanye negatif terhadap layanan kesehatan di Indonesia. Konten tersebut menampilkan seorang influencer yang mempromosikan rumah sakit di Penang, Malaysia, sebagai tempat untuk mencari opini kedua (second opinion).

Peristiwa ini menjadi perhatian serius di kalangan pembuat kebijakan di Indonesia. Seorang anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, melihat fenomena ini sebagai sebuah pukulan telak bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sistem pelayanan kesehatan di tanah air.

Dalam unggahan yang beredar luas dan sempat dilihat oleh detikcom, influencer tersebut menceritakan pengalamannya. Ia mengaku telah didiagnosis menderita usus buntu oleh tiga dokter berbeda di Indonesia.

Namun, ketika ia berencana menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia, dokter di sana justru menyatakan bahwa tindakan operasi tersebut tidak diperlukan. Pengalaman pribadi ini kemudian ia bagikan kepada publik.

Influencer tersebut secara aktif mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari opini kedua untuk diagnosis penyakit mereka, seperti yang ia lakukan di Penang. Ajakan ini menimbulkan diskusi tentang kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan domestik.

"Hal ini menjadi tamparan bagi kita semua untuk terus berupaya meningkatkan sistem layanan kesehatan di Indonesia," ujar Irma Suryani Chaniago, anggota Komisi IX DPR RI.

Pernyataan legislator tersebut menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi momentum untuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap standar pelayanan medis di dalam negeri. Fokusnya adalah bagaimana membangun kembali kepercayaan publik pada institusi kesehatan nasional.

Dikutip dari detikcom, viralnya konten promosi tersebut mengindikasikan adanya tantangan dalam menjaga daya saing sektor kesehatan Indonesia di mata masyarakatnya sendiri. Hal ini menuntut langkah strategis dan implementasi yang cepat dari berbagai pihak terkait.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google