TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari AutonetMagz, raksasa otomotif BYD secara resmi telah membuka fasilitas perakitan kendaraan terbarunya yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan sebagai fasilitas produksi ke-13 mereka di skala global.
Pabrik ini dirancang sebagai pusat manufaktur terintegrasi yang mampu menangani perakitan kendaraan listrik murni (EV) serta model plug-in hybrid. Kehadiran fasilitas ini sekaligus mempertegas ambisi BYD dalam memperkuat lokalisasi produksi mereka di Indonesia.
Pembangunan pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektare ini menelan nilai investasi mencapai Rp 11,7 triliun. Kapasitas produksi yang ditargetkan dari fasilitas tersebut mencapai 150.000 unit kendaraan setiap tahunnya.
Beberapa model kendaraan yang akan diproduksi di pabrik ini meliputi BYD M6, baik varian DM-i maupun EV, serta model Atto 1. Selain itu, pihak perusahaan juga berencana untuk segera memproduksi model Denza D9 dan membuka peluang ekspor ke pasar internasional.
Fasilitas manufaktur ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang mencakup proses welding, stamping, painting, hingga tahap final assembly. Dengan kelengkapan tersebut, BYD memastikan kualitas produksi yang sesuai dengan standar global mereka.
Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dengan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja baru. Jumlah tenaga kerja tersebut diproyeksikan akan meningkat hingga lebih dari 20.000 orang ketika operasional pabrik mencapai kapasitas produksi maksimal.
"Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BYD juga dapat menciptakan nilai yang semakin besar bagi Indonesia," ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
"Sejalan dengan perjalanan tersebut, kami terus mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru untuk menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan dalam jangka panjang," tambah Eagle Zhao.
"Melalui kesempatan ini, kami dengan bangga menyampaikan, BYD Made in Indonesia and for Indonesia," ungkap Eagle Zhao.