TIMESINDONESIA.MY.ID - Pertumbuhan ekonomi digital di tanah air kian membuka peluang besar bagi perkembangan industri rantai pasok dan pengiriman barang. Sinergi yang kuat antara penyedia jasa logistik dan platform perniagaan elektronik dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas pasar.

Dikutip dari INFOTREN.ID, Asosiasi Pengusaha Logistik Ecommerce (APLE) menekankan pentingnya menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat dan teratur. Hal ini mengemuka dalam dialog Closing Bell CNBC Indonesia pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Saat ini, laju peningkatan sektor logistik nasional tercatat berada di kisaran 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut bergerak beriringan dengan ekspansi platform digital yang pertumbuhannya mencapai sekitar 14 persen.

"Saat ini laju pertumbuhan sektor logistik nasional tercatat sekitar 6 persen secara tahunan, sementara ekspansi platform digital telah mencapai kisaran 14 persen dari total nilai ekonomi digital sekitar 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.850 triliun per tahun," kata Sonny Harsono.

Ketua Umum APLE tersebut menilai bahwa ekosistem logistik yang sehat memerlukan langkah-langkah terarah guna mengimbangi perputaran transaksi yang masif. Penguatan tata kelola persaingan yang adil menjadi solusi penting agar para pelaku usaha dari berbagai skala dapat terus beroperasi secara berkesinambungan.

Selain menjaga iklim kompetisi, integrasi teknologi dan standarisasi mutu layanan pengiriman menjadi solusi praktis yang perlu diterapkan bersama. Peningkatan efisiensi operasional ini diyakini mampu menekan biaya logistik sekaligus mendongkrak kepuasan konsumen belanja daring.

Melalui kolaborasi yang erat antara regulator, pelaku usaha logistik, dan pengelola platform digital, ekosistem ekonomi nasional diharapkan dapat terus tumbuh secara inklusif. Langkah ini penting guna memastikan seluruh mata rantai industri mendapatkan manfaat ekonomi yang seimbang.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google