TIMESINDONESIA.MY.ID - Kota Surabaya dihadapkan pada tanggung jawab besar menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Sebagai tuan rumah, ekspektasi terhadap kesiapan kota pahlawan ini semakin tinggi.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyoroti bahwa persiapan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov Jatim 2027 dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan. Padahal, ajang olahraga terbesar di Jawa Timur ini merupakan kesempatan emas untuk memamerkan kapabilitas Surabaya.

Fathoni menggarisbawahi bahwa Surabaya tidak hanya dituntut untuk mempertahankan predikat juara umum dalam ajang olahraga tersebut. Kota ini juga dituntut untuk sukses dalam aspek penyelenggaraan.

"Kita harus sukses sebagai tuan rumah, sukses mempertahankan gelar juara umum, dan sukses dalam pelaksanaannya," ujar Arif Fathoni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Lebih lanjut, Fathoni menekankan pentingnya persiapan dari berbagai sisi, mulai dari infrastruktur hingga konsep acara yang inovatif. Semua elemen tersebut harus mulai dipersiapkan sejak dini untuk memastikan kelancaran.

"Baik dari sisi sarana prasarana penunjang maupun pertunjukan-pertunjukan yang bisa memberikan pesan, tidak hanya kepada masyarakat Surabaya, tetapi juga Jawa Timur dan Indonesia, bahwa Surabaya ini sudah menjadi kota kelas dunia," jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Porprov Jatim 2027 bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Ajang ini menjadi momentum strategis bagi Surabaya untuk memperkuat citra sebagai kota metropolitan yang mampu menyelenggarakan acara berskala besar dengan standar internasional.

Dengan demikian, persiapan yang matang dan komprehensif menjadi kunci utama bagi Surabaya untuk meraih kesuksesan ganda. Keberhasilan ini akan menjadi bukti nyata kemajuan dan kapasitas kota dalam berbagai bidang.

Dikutip dari artikel aslinya, Arif Fathoni menyampaikan bahwa kesuksesan sebagai tuan rumah harus terintegrasi dengan kesuksesan dalam mempertahankan gelar juara umum. Hal ini memerlukan strategi yang holistik.