TIMESINDONESIA.MY.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak baru-baru ini menyoroti salah satu proyek pembangunan jembatan yang dihadapi dengan tingkat kesulitan tertinggi. Proyek tersebut berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Dalam sebuah kesempatan, Maruli menyampaikan bahwa wilayah OKI merupakan lokasi yang paling menantang dalam pelaksanaan tugas pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan oleh pihaknya. Laporan ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Penyampaian ini dilakukan secara daring dari Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada hari Kamis, 13 Agustus 2026. Kehadiran Presiden secara virtual menunjukkan pentingnya laporan mengenai kemajuan proyek infrastruktur strategis ini.
Jembatan yang menjadi fokus perhatian ini memiliki bentang sepanjang 100 meter. Proses pembangunannya sendiri diperkirakan memakan waktu enam bulan untuk dapat terselesaikan sesuai target yang ditetapkan.
Kesulitan utama dalam merealisasikan pembangunan jembatan ini, menurut Maruli, tidak terletak pada aspek teknis konstruksi semata. Namun, tantangan terbesar justru muncul dari sisi logistik pengiriman material.
"Karena pengiriman pasir, semen, dan juga seluruh perlengkapan-perlengkapan harus melalui tongkang," ungkap Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenai kendala utama.
Hal ini menunjukkan bahwa medan geografis di Ogan Komering Ilir mengharuskan penggunaan sarana transportasi air untuk mendistribusikan bahan-bahan vital pembangunan. Penggunaan tongkang menjadi solusi sekaligus tantangan tersendiri.
Pola pengiriman material melalui tongkang ini tentu saja memerlukan perencanaan yang matang dan waktu tempuh yang lebih lama, serta potensi hambatan lain seperti kondisi pasang surut air.
Dikutip dari Kompas.com, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan jembatan di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, merupakan salah satu yang tersulit yang pernah dihadapi.