TIMESINDONESIA.MY.ID - Penanganan kesehatan bagi para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini menghadapi berbagai tantangan krusial di lapangan. Upaya pemerintah dalam memberikan pertolongan medis yang optimal bagi warga terdampak masih terus diupayakan secara maksimal.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kondisi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI. Pertemuan ini secara khusus membahas mengenai pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

Dikutip dari Kompas.com, Menkes memaparkan bahwa salah satu hambatan utama dalam proses pemulihan adalah kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional. Hal ini sering kali menjadi pilihan utama bagi korban, meskipun mereka mengalami cedera fisik yang serius akibat guncangan gempa.

"Kendala kedua, budaya masyarakat di NTT masih percaya pada pengobatan tradisional, sehingga banyak kasus patah tulang lebih memilih perawatan tradisional dibandingkan perawatan medis profesional," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Selain faktor budaya, Menkes juga menyoroti masalah teknis terkait ketersediaan sumber daya manusia di wilayah terdampak. Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan menjadi faktor penghambat dalam memberikan layanan medis yang merata.

Budi menjelaskan bahwa beberapa fasilitas kesehatan di lokasi bencana tidak dapat beroperasi secara penuh. Kondisi ini terjadi karena kurangnya tenaga medis yang tersedia untuk menjangkau desa-desa yang paling terdampak oleh gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memberikan contoh konkret mengenai perilaku korban di lapangan. Banyak warga yang mengalami patah tulang justru menghindari penanganan medis modern dan lebih memilih metode pengobatan tradisional yang ada.

"Budi mencontohkan, banyaknya korban dengan kondisi patah tulang memilih pengobatan tradisional meski mengalami cedera akibat gempa," ungkap Menkes dalam rapat tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem penanganan bencana di masa depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan akses kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga NTT yang membutuhkan bantuan medis darurat.