TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah temuan mengejutkan terjadi di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 995 unit senjata, terdiri dari airsoft gun dan senapan angin, ditemukan tersimpan di dalam dua ruangan sekolah tersebut.

Peristiwa ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, secara tegas menyuarakan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan fasilitas pendidikan anak.

Menteri Bintang Puspayoga menekankan urgensi untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Ia menyoroti potensi dampak psikologis yang dapat timbul pada anak-anak akibat penemuan senjata di tempat mereka menimba ilmu.

"Kami prihatin atas temuan ini," ujar Bintang Puspayoga dalam keterangan pers resmi yang diterima Kompas.com pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran pemerintah terhadap kesejahteraan mental para siswa.

Lebih lanjut, Menteri PPPA mengimbau agar pihak yayasan sekolah dapat mengambil langkah-langkah preventif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa anak-anak tidak merasa terancam atau mengalami trauma, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah mereka.

"Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka," kata Bintang Puspayoga, menekankan pentingnya rasa aman bagi perkembangan anak.

Selain itu, Menteri PPPA juga meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk senantiasa menjaga privasi anak-anak yang terdampak. Hal ini penting untuk menghindari stigma negatif yang dapat melekat pada diri mereka akibat kasus yang sedang diselidiki ini.

"Menteri PPPA meminta semua pihak menjaga privasi anak-anak dan tidak memberikan stigma negatif akibat kasus maupun pemberitaan yang saat ini sedang berkembang," tegas Bintang Puspayoga, mengingatkan akan sensitivitas isu ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang ketat terhadap barang-barang yang berada di lingkungan sekolah. Keterlibatan aktif dari orang tua, guru, dan pihak sekolah sangat diperlukan demi terciptanya ekosistem pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.