TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan kini menjadi sorotan publik menyusul terungkapnya dugaan penyalahgunaan aset oleh mantan pemiliknya. Penemuan ratusan senjata dari ruangan milik individu berinisial IWD, yang sebelumnya menjabat sebagai pemilik yayasan, memicu penyelidikan lebih lanjut.

Pihak yayasan sekolah tersebut secara resmi mengungkapkan bahwa IWD diduga kuat telah memanfaatkan yayasan untuk kepentingan pribadi. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas pengelolaan yayasan pendidikan.

Salah satu pengacara yang mewakili yayasan, Hermawanto, membeberkan modus operandi yang diduga dilakukan oleh IWD. Ia menyatakan bahwa yayasan digunakan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman ke bank.

"Termasuk juga peminjaman kredit Bank atas nama yayasan namun uangnya digunakan untuk membangun lapangan padel, yang dikelola keluarga IWD," kata Hermawanto dalam keterangannya pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Penggunaan dana pinjaman bank yang seharusnya untuk kegiatan pendidikan, dialihkan untuk pembangunan fasilitas olahraga komersial, yakni lapangan padel. Fasilitas ini diduga dikelola langsung oleh keluarga IWD.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai nasib aset yayasan dan potensi kerugian finansial yang mungkin dialami. Dugaan penyalahgunaan ini terjadi di Jakarta Selatan, sebuah wilayah yang dikenal dengan keberadaan banyak institusi pendidikan swasta.

Pengacara yayasan tersebut, Hermawanto, menegaskan kembali kronologi dugaan penyalahgunaan yang terjadi. Ia menjelaskan bagaimana status hukum yayasan dieksploitasi untuk keuntungan pribadi.

"Pihak yayasan merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan oleh mantan pemiliknya. Kami akan menempuh jalur hukum untuk memulihkan hak yayasan," ujar Hermawanto, menegaskan komitmen yayasan untuk menindaklanjuti kasus ini.

Pengungkapan ini terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pengelolaan yayasan di masa mendatang agar lebih transparan dan akuntabel.