TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, suasana khidmat menyelimuti Lantai 2 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Bandung Barat pada Jumat (11/9/2026). Di lokasi tersebut, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara resmi melantik 11 orang pejabat pimpinan tinggi pratama.

Peristiwa ini menandai babak baru bagi tata kelola pemerintahan daerah setempat. Untuk kali pertama, Pemkab Bandung Barat menerapkan sistem manajemen talenta sebagai instrumen utama dalam proses pengisian jabatan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional. Tujuannya adalah memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap objektif serta akuntabel bagi masyarakat.

Bupati Jeje menegaskan bahwa sistem yang diterapkan ini berpijak pada prinsip meritokrasi. Dengan sistem ini, penempatan pejabat tidak lagi dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan yang sangat matang.

"Penerapan Manajemen Talenta menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola ASN yang objektif, profesional, akuntabel dan berbasis sistem merit," ujar Jeje.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan penjelasan mendalam terkait kriteria yang digunakan dalam menilai para calon pejabat. Setiap individu yang terpilih telah melalui evaluasi mendalam terkait kapasitas serta kebutuhan organisasi.

"Penempatan pejabat tidak semata berdasarkan posisi, tetapi mempertimbangkan potensi, kompetensi, kinerja, pengalaman serta kebutuhan organisasi," kata Jeje.

Pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam melakukan transformasi birokrasi ini. Mereka memastikan bahwa seluruh rangkaian proses seleksi telah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Proses ini telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan mendapatkan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kami ingin pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Jeje.