TIMESINDONESIA.MY.ID - Permasalahan konflik antara manusia dan satwa liar kembali mencuat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dengan meningkatnya teror dari monyet ekor panjang. Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, secara tegas mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk segera menyiapkan langkah-langkah pengendalian populasi monyet ekor panjang. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

"Kalau kajian para ahli menunjukkan monyet ekor panjang merupakan satwa sinantropik yang justru memperoleh sumber makanan berkalori tinggi dari lingkungan manusia, maka kebijakan kita juga harus menyesuaikan dengan karakter konflik tersebut," ujar Johan Rosihan kepada wartawan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa konflik yang terjadi antara monyet ekor panjang dengan warga tidak hanya sekadar keberadaan satwa liar di sekitar area permukiman penduduk. Masalah ini memiliki dimensi yang lebih luas.

Lebih lanjut, Johan Rosihan memaparkan bahwa monyet ekor panjang seringkali memasuki area lahan pertanian milik warga. Kehadiran mereka menyebabkan kerusakan pada tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat.

Selain merusak tanaman, tindakan monyet ekor panjang yang agresif juga dilaporkan sampai menggigit warga. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa takut dan kerugian materiil bagi masyarakat Indragiri Hilir.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google