TIMESINDONESIA.MY.ID - Malam yang penuh gejolak terjadi di beberapa wilayah Indonesia ketika tiga gunung berapi aktif tercatat mengalami erupsi secara beruntun. Fenomena alam ini memicu kewaspadaan dari pihak berwenang dan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi lembaga yang memantau dan mencatat seluruh aktivitas kegunungapian di tanah air. Laporan terbaru mereka mengkonfirmasi adanya letusan di tiga gunung sekaligus dalam periode waktu yang berdekatan.

Tiga gunung api yang menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan malam itu adalah Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Semeru. Ketiganya merupakan gunung berapi yang telah lama dikenal memiliki potensi erupsi.

"Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tiga gunung api aktif di Indonesia mengalami erupsi secara beruntun malam ini," demikian informasi yang disampaikan.

Gunung Ibu, yang berlokasi di Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadi salah satu gunung yang menunjukkan aktivitas terintensif. Tercatat, gunung ini mengalami letusan beruntun sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa jam saja.

"Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami letusan beruntun sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa jam," ujar seorang perwakilan dari Badan Geologi.

Erupsi pertama Gunung Ibu terekam pada pukul 20.36 WIT. Pada letusan perdana ini, kolom abu membubung setinggi 700 meter di atas puncak gunung, menandakan energi yang cukup besar dilepaskan.

Tak lama berselang, pada pukul 20.58 WIT, Gunung Ibu kembali menunjukkan aktivitasnya. Erupsi kedua ini dilaporkan menghasilkan kolom abu yang sedikit lebih rendah, yaitu mencapai ketinggian 500 meter dari puncak.

Peristiwa erupsi beruntun ini merupakan bagian dari pemantauan rutin yang dilakukan oleh Badan Geologi. Data yang mereka ekspos menjadi acuan penting bagi mitigasi bencana dan informasi publik.