TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengonfirmasi insiden yang menimpa tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia. Para Warga Negara Indonesia tersebut menjadi korban serangan di wilayah Selat Bab Al-Mandeb, Yaman.
Peristiwa ini terjadi ketika kapal yang mereka tumpangi, MV Tihamah, menjadi sasaran serangan drone yang dilancarkan oleh kelompok Houthi. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pelaut Indonesia yang berlayar di jalur pelayaran internasional.
Kementerian Luar Negeri RI merinci kondisi para ABK WNI yang terdampak dalam serangan tersebut. Dari total tiga orang, satu di antaranya mengalami luka ringan akibat terkena serpihan.
Syukurlah, ABK yang mengalami luka ringan tersebut tidak memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Kondisinya dinilai cukup stabil dan tidak membahayakan.
Namun, satu ABK WNI lainnya dilaporkan mengalami luka yang lebih serius. ABK tersebut segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan di fasilitas rumah sakit terdekat.
"Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit," ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, kepada awak media di Jakarta. Beliau memberikan keterangan terkait perkembangan situasi para ABK WNI.
Keterangan Heni Hamidah tersebut dilansir dari Antara pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus tahun 2026. Informasi ini penting untuk memberikan gambaran terkini mengenai dampak serangan tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya upaya perlindungan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di sektor pelayaran internasional. Situasi keamanan di jalur pelayaran global seringkali menjadi perhatian serius.