TIMESINDONESIA.MY.ID - Sejumlah tokoh nasional yang bersatu dalam Gerakan Nurani Bangsa telah menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi bangsa Indonesia saat ini. Mereka menilai bahwa negara tengah menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan.
Gerakan ini menyoroti adanya peningkatan ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat. Fenomena ini menjadi salah satu pemicu utama keresahan yang meluas di berbagai lapisan masyarakat.
"Namun akhir-akhir ini, bangsa kita dihadapkan pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Rakyat yang marah pada ketidakadilan, demonstrasi yang tidak kunjung henti," ujar Sint Nuriyah Wahid, salah satu anggota Gerakan Nurani Bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Sint Nuriyah Wahid saat berpartisipasi dalam Sarasehan Kemerdekaan yang diselenggarakan di Grha Pemuda, Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Lebih lanjut, kondisi yang memprihatinkan ini juga ditandai dengan maraknya tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan tersebut dilaporkan dilakukan secara berlebihan oleh aparat keamanan.
Selain itu, berbagai tindakan amoral lainnya juga dilaporkan kian meluas. Dampak dari tindakan-tindakan ini bahkan telah menimbulkan korban jiwa di masyarakat.
Menurut pandangan Sint Nuriyah Wahid, masyarakat kini menunjukkan gejala kehilangan akal budi dan hati nurani. Hal ini menjadi indikator penting dari krisis yang sedang dihadapi bangsa.
Dikutip dari Kompas.com, para tokoh ini berharap kesadaran kolektif dapat bangkit untuk mengatasi persoalan mendasar yang mengancam keharmonisan sosial.