TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kekerasan seksual yang sangat memprihatinkan baru-baru ini menggemparkan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang remaja putri yang baru berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban dari tindakan keji yang dilakukan oleh sekelompok pria.

Peristiwa ini menjadi semakin tragis ketika terungkap bahwa di antara para pelaku terdapat dua orang yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban. Mereka adalah paman korban yang seharusnya melindungi.

Keterlibatan dua paman korban dalam aksi pemerkosaan ini menambah lapisan kesedihan dan kepedihan pada kasus tersebut. Hal ini menunjukkan adanya pelanggaran kepercayaan yang mendalam di dalam lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, data dari pihak kepolisian menunjukkan bahwa enam dari total 15 pelaku masih berstatus di bawah umur. Keberadaan pelaku anak dalam kasus ini menambah kerumitan penanganan hukum dan perlindungan korban.

"Bahkan ada dua orang (pelaku pemerkosaan) keluarganya sendiri, om-nya sendiri," demikian disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa dekatnya hubungan pelaku dengan korban.

Para pelaku saat ini masih menjalani proses pemeriksaan mendalam. Penyelidikan dilakukan oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di bawah naungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju.

Pihak kepolisian berupaya keras untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan keadilan bagi korban. Fokus utama saat ini adalah pada pemulihan psikologis korban dan penegakan hukum yang tegas terhadap seluruh pelaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan edukasi terhadap anak-anak mengenai bahaya kekerasan seksual. Perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak, harus menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat.

Dikutip dari detikSulsel, informasi mengenai kejadian ini pertama kali dilaporkan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Hingga kini, penanganan kasus masih terus berlanjut.