TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang kepala sekolah SMP bernama Valentinus Balak Waton (40) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di mes guru tempatnya tinggal.
Peristiwa pilu tersebut terjadi di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, pada Sabtu (12/9/2026). Penemuan jasad korban segera menyita perhatian warga setempat dan pihak berwenang yang langsung menuju lokasi kejadian.
Dikutip dari Kompas.com, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Dugaan sementara dari aparat penegak hukum mengarah pada tindakan bunuh diri.
"Korban diduga bunuh diri di mes guru. Korban merupakan seorang kepala SMP," ujar Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado.
Kronologi kejadian bermula ketika seorang warga mendatangi mes yang ditempati oleh korban pada Sabtu dini hari. Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.20 Wita saat saksi mata mencoba mengunjungi kediaman tersebut.
Kondisi mes guru pada saat itu dilaporkan dalam keadaan gelap gulita. Saksi kemudian berinisiatif menggunakan cahaya dari ponselnya untuk melihat situasi di bagian dalam rumah.
"Saat itu, kondisi mes dalam keadaan gelap. Saksi kemudian menggunakan senter dari ponselnya untuk melihat kondisi di dalam rumah," kata AKP Eliezer A. Kalelado saat memberikan keterangan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan motif serta fakta-fakta yang melatarbelakangi meninggalnya kepala sekolah tersebut.
Kepergian mendadak sosok tenaga pendidik ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan keluarga. Pihak Polres Flores Timur berkomitmen untuk memproses kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.