TIMESINDONESIA.MY.ID - Duka mendalam menyelimuti wilayah Papua Pegunungan menyusul kabar meninggalnya salah satu korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa tragis ini melibatkan kelompok yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Dikutip dari Kompas.com, korban berinisial WB yang berusia 24 tahun akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu (9/9/2026) sore. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Wamena akibat luka tembak yang dideritanya.
Sebelumnya, WB mengalami luka tembak yang cukup serius pada bagian pinggang kanan saat insiden penembakan terjadi. Tim medis telah berupaya memberikan pertolongan maksimal, namun nyawa korban tidak tertolong.
"Dia sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Namun akhirnya meninggal dunia," ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani.
Insiden ini menambah daftar panjang korban jiwa dalam peristiwa kekerasan di kawasan tersebut. Kini, total korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan tersebut berjumlah tiga orang.
Dua korban lainnya yang sebelumnya telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian adalah AR yang berusia 49 tahun dan AAM yang berusia 35 tahun. Mereka menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata.
Berdasarkan data yang dihimpun, AR diketahui mengalami luka tembak pada bagian perut. Sementara itu, AAM menderita luka tembak di bagian belakang kepala serta tangan kiri.
Kondisi keamanan di Distrik Muliama saat ini terus menjadi perhatian serius dari aparat keamanan setempat. Pihak berwenang berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan situasi di lapangan tetap terkendali.
Pihak kepolisian dan Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pendalaman terkait motif dan pelaku di balik aksi penembakan ini. Penegakan hukum akan terus dijalankan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.