TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden tragis menggemparkan warga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial Sinjo, yang berusia 15 tahun, dilaporkan tewas setelah menjadi korban serangan buaya.

Peristiwa nahas ini terjadi di Sungai Budong-budong, sebuah lokasi yang cukup dikenal di wilayah tersebut. Jasad korban ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi memprihatinkan.

Pencarian terhadap korban membuahkan hasil setelah dilakukan beberapa waktu. Jasad Sinjo ditemukan berjarak sekitar 1 kilometer dari titik lokasi awal ia diterkam oleh hewan predator tersebut.

Kejadian berawal pada hari Senin, 17 Agustus, sekitar pukul 17.16 Wita. Korban saat itu sedang mandi bersama kakaknya di area sungai yang terletak di Lingkungan Batu Sitanduk, Kelurahan Tobadak, Kecamatan Tobadak.

Saat peristiwa terjadi, korban berada di dalam sungai dengan kedalaman air yang tidak terlalu dalam. Air sungai tersebut diperkirakan hanya mencapai ketinggian sekitar 40 sentimeter.

"Setelah turun di air, sekitar kedalaman sekitar lutut atau kurang lebih 40 sentimeter, berselang beberapa waktu, anak tersebut diterkam oleh buaya, ditarik turun (ke dalam air)," ujar Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Mateng, Hamka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hamka, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah.

Pihak BPBD Mateng melalui Hamka menjelaskan kronologi awal kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa siswa malang tersebut. Buaya dilaporkan langsung menarik korban ke dasar sungai.

Dikutip dari detikSulsel, informasi mengenai kejadian ini baru dapat dipublikasikan pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, setelah adanya konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.