TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kabar duka menyelimuti Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa, 4 Agustus 2026, dengan berpulangnya seorang wanita berusia 39 tahun berinisial I. Kondisinya yang mengalami obesitas ekstrem, dengan berat badan mendekati 300 kilogram, menjadi latar belakang peristiwa yang mengharukan ini.
Pasien tersebut menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soehadi Prijonegoro. Penyebab utama kepergiannya adalah sesak napas yang dideritanya secara parah, yang tidak dapat tertangani meskipun telah mendapatkan perawatan medis.
Perjuangan dramatis terjadi saat proses evakuasi pasien menuju rumah sakit. Sebanyak belasan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dikerahkan untuk membantu menyelamatkan nyawa pasien yang kondisinya kian memburuk.
Upaya evakuasi ini menunjukkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi tim medis dan relawan dalam menangani kasus obesitas ekstrem. Tim PMI bekerja keras, menunjukkan dedikasi tinggi demi memberikan pertolongan terbaik.
"Tadi dapat info pukul 12.58 WIB (meninggal dunia)," demikian informasi yang disampaikan oleh Rizky Nugroho Jati, Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen.
Beliau menambahkan mengenai rentang waktu perawatan pasien. "Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," ujar Rizky Nugroho Jati, Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen.
Kisah ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan kesehatan, terutama terkait pola makan dan gaya hidup yang dapat berujung pada kondisi obesitas ekstrem. Pencegahan dan penanganan dini sangat krusial.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dan tim penolong dalam menghadapi berbagai kondisi medis yang kompleks, termasuk pasien dengan mobilitas sangat terbatas.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, kejadian ini memberikan pelajaran berharga mengenai isu kesehatan publik yang perlu mendapat perhatian lebih dari masyarakat luas.