TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia dilaporkan telah melakukan uji coba terhadap sistem perlindungan sosial (perlinsos) digital yang diklaim mampu merevolusi proses pendaftaran bantuan sosial. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui inovasi ini, proses pendaftaran bantuan sosial dan verifikasi kelayakan penerima yang sebelumnya memakan waktu lama, kini dikabarkan dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Hal ini merupakan langkah signifikan dalam modernisasi layanan publik.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, mengungkapkan bahwa uji coba sistem ini menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Ia menjelaskan bahwa proses yang dulunya bisa memakan waktu hingga 200 hari, kini dalam uji coba dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar lima menit.
"Melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang menghubungkan data dari delapan kementerian/lembaga, proses pendaftaran bantuan sosial dan verifikasi kelayakan penerima yang sebelumnya dapat memerlukan waktu hingga 200 hari, dalam uji coba ini dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit saja," ujar M. Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Digitalisasi perlinsos atau yang disebut perlinsos digital ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi digital dalam penyediaan layanan publik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program bantuan sosial.
Menurut M. Qodari, percepatan proses ini dimungkinkan berkat kemampuan sistem untuk menghubungkan dan memverifikasi data kependudukan masyarakat dari berbagai instansi pemerintah secara real-time. Pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI) menjadi kunci utama dalam pencapaian ini.
Lebih lanjut, Perlinsos Digital dirancang tidak hanya untuk mempercepat proses, tetapi juga untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial. Program prioritas seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) diharapkan akan lebih efektif menjangkau penerima yang tepat.
Dikutip dari Kompas.com, uji coba ini menunjukkan potensi besar dalam mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah.