TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam pelayanan publik tidak diukur dari kuantitas aplikasi yang diluncurkan, melainkan dari efektivitasnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Teknologi harus menjadi alat untuk memangkas kerumitan, menghubungkan data, dan mendekatkan pelayanan kepada warga.
Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang kini mengedepankan digitalisasi dalam penyaluran bantuan sosial. Program ini dirancang untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak secara efisien dan transparan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyampaikan visi utama di balik program ini. "Mengusung satu semangat utama, ‘Data Dipadankan. Hak Warga Dipastikan.’ Kita berada di sini untuk memastikan bahwa percepatan perlindungan sosial digital bukan sekadar gagasan teknokratis, melainkan gerakan nyata yang mudah, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Menteri Rini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Rini saat melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada hari Rabu. Peninjauan ini bertujuan untuk memantau implementasi di lapangan.
Lebih lanjut, Menteri Rini menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pelayanan publik ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menghindari pengembangan banyak aplikasi yang terpisah dan tidak saling terhubung.
Arahan Presiden tersebut juga mendorong pemerintah untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu mendekatkan pelayanan dan mempermudah akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita berada di sini untuk memastikan bahwa percepatan perlindungan sosial digital bukan sekadar gagasan teknokratis, melainkan gerakan nyata yang mudah, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.
Hal tersebut disampaikan Rini saat meninjau pelaksanaan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu. Dikutip dari Kompas.com.
Menurut Rini, transformasi digital tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menghindari banyak aplikasi yang tidak saling terhubung. Dikutip dari Kompas.com.