TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kebakaran melanda area tumpukan sampah yang berlokasi di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Jumat (4/9/2026). Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar karena besarnya kobaran api yang muncul di lokasi tersebut.

Dikutip dari sumber berita terkait, petugas pemadam kebakaran segera bertindak cepat merespons situasi darurat tersebut. Mereka berupaya keras untuk melokalisasi api agar tidak merambat ke area yang lebih luas.

Sebanyak 8 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan langsung ke tempat kejadian perkara. Pengerahan unit ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.

"Untuk pemadaman hari ini kita meluncurkan 6 unit, 6 unit terus dibantu dari DKI ada 2, 2 unit, jadi jumlah 8. Untuk personel kurang lebih untuk pagi ini 36 orang. Total dengan DKI," ujar Kabid Ops Damkar Tangsel, Omay Komarudin.

Selain mengerahkan armada mobil pemadam, tim di lapangan juga memaksimalkan jumlah personel untuk mempercepat proses pendinginan. Total ada 36 petugas gabungan yang bahu-membahu bekerja di bawah terik matahari untuk memastikan api benar-benar padam.

Proses pemadaman yang dilakukan sejak pagi hari tersebut tidak hanya mengandalkan penyemprotan air secara konvensional. Petugas juga menggunakan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah agar titik api yang berada di bagian dalam dapat terjangkau sepenuhnya.

"Lebih lanjut, Omay menjelaskan pemadaman api masih terus dilakukan. Pemadaman dilakukan sejak tadi pagi dengan bantuan alat berat," ujar Omay Komarudin.

Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam kebakaran masih terus bersiaga di lokasi kejadian. Fokus utama mereka adalah memastikan tidak ada lagi sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di area pembuangan sampah tersebut.

Situasi di sekitar Kelurahan Pisangan pun mulai berangsur kondusif berkat kerja keras para petugas. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di musim kemarau yang rentan memicu api pada material mudah terbakar.