TIMESINDONESIA.MY.ID - Fenomena selebgram yang memilih menjalani pengobatan usus buntu di rumah sakit Malaysia baru-baru ini memicu perbincangan hangat mengenai kualitas layanan medis di Indonesia. Hal ini turut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Kesehatan RI.
Menanggapi tren tersebut, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam, memberikan pandangannya terkait tingkat kompetensi tenaga medis di tanah air.
Beliau secara tegas menyatakan bahwa dokter-dokter di Indonesia memiliki rekam jejak penanganan kasus yang sangat baik, bahkan dari segi jumlah kasus yang berhasil ditangani.
"Dari segi jumlah kasus yang berhasil ditangani, para dokter di Indonesia justru memiliki jam terbang yang lebih tinggi," ujar Dante Saksono Harbuwono.
Pernyataan ini menjadi poin krusial dalam mengukur dan menilai tingkat keahlian serta pengalaman para profesional medis di dalam negeri.
Menurut pandangan beliau, jam terbang yang tinggi dalam menangani berbagai kasus medis, termasuk usus buntu, merupakan indikator penting dari kompetensi seorang dokter.
Oleh karena itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu meragukan kemampuan dokter Indonesia.
"Hal ini menjadi poin penting dalam menilai kompetensi medis," kata Dante Saksono Harbuwono.
Beliau menyiratkan bahwa pengalaman praktik yang intensif di dalam negeri seharusnya menjadi alasan kuat untuk tidak mencari pengobatan usus buntu ke luar negeri.