TIMESINDONESIA.MY.ID - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Barus, Padang Masiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Jumat (4/9/2026). Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi lapangan di institusi pendidikan tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan tetap dapat diakses oleh para siswa. Hal ini menjadi prioritas utama di tengah fase pemulihan wilayah pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran memberikan dukungan berupa penyaluran perlengkapan belajar mengajar kepada pihak sekolah. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang aktivitas akademik siswa yang terdampak bencana agar tetap berjalan dengan optimal.

Wapres Gibran menyampaikan apresiasi mendalam atas keteguhan hati para guru dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh para siswa. Meskipun kondisi infrastruktur sekolah belum sepenuhnya pulih, proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan gigih.

"Saya berterima kasih atas keteguhan para guru dan semangat para siswa sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih," ujar Gibran.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi guna mempercepat proses rehabilitasi fasilitas pendidikan di daerah tersebut. Langkah ini dilakukan agar seluruh kebutuhan sarana prasarana yang diperlukan siswa dapat segera terpenuhi kembali.

"Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita," tegas Gibran.

Dikutip dari Kompas.com, kunjungan ini menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi perhatian khusus pemerintah dalam agenda pemulihan pasca-bencana di Tapanuli Tengah. Dukungan berkelanjutan terus diupayakan agar stabilitas kegiatan sekolah tetap terjaga.

Pemerintah pusat berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat mempercepat normalisasi fasilitas publik. Upaya ini dilakukan demi menjamin hak pendidikan anak-anak di Barus tetap terlindungi di tengah tantangan pemulihan pasca-bencana.