TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden penangkapan pelaku pencurian yang berujung kekerasan terjadi di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Andy Rishadi alias Ambon (35), menjadi bulan-bulanan warga setelah tertangkap basah mencuri uang.

Kejadian ini bermula pada Selasa (11/8) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, ketika pelaku nekat memasuki sebuah toko kelontong yang saat itu tidak dijaga oleh pemiliknya. Toko tersebut diketahui milik seorang warga bernama Moh Supriadi.

Pelaku berhasil masuk ke dalam toko dan mengambil sejumlah uang tunai yang tersimpan di dalam laci. Uang yang berhasil digasak pelaku dilaporkan berjumlah Rp 380 ribu.

Aksi pencurian tersebut rupanya tidak berjalan mulus. Pelaku diketahui oleh seorang saksi mata yang kemudian segera memberitahukan kepada warga sekitar.

Mendengar laporan tersebut, warga dengan cepat berkumpul dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Amarah warga memuncak karena toko kelontong tersebut ternyata sudah beberapa kali menjadi target pencurian.

"Pelaku masuk ke toko dan mengambil uang tunai sebesar Rp 380 ribu yang berada di dalam laci. Aksinya kemudian diketahui saksi hingga warga datang dan mengamankan pelaku," ujar Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi.

Akibat dari tindakan main hakim sendiri ini, pelaku mengalami luka-luka hingga babak belur. Tidak hanya itu, sepeda motor yang diduga digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya juga ikut menjadi sasaran amukan massa.

Warga yang geram membakar habis sepeda motor pelaku sebagai bentuk kekesalan atas maraknya aksi kriminalitas di wilayah tersebut. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan.

"Pelaku masuk ke toko dan mengambil uang tunai sebesar Rp 380 ribu yang berada di dalam laci. Aksinya kemudian diketahui saksi hingga warga datang dan mengamankan pelaku," kata Gatot kepada wartawan, Rabu (12/8).