TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,7. Langkah ini diambil untuk memastikan pendataan yang akurat demi penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada warga yang saat ini masih berada di lingkungan pengungsian. Mereka diminta untuk segera melakukan pengecekan kondisi terkini dari kediaman masing-masing.
Pengecekan yang dimaksud mencakup identifikasi adanya kerusakan struktural yang signifikan, seperti retakan pada dinding atau pondasi rumah. Hal ini penting untuk menilai tingkat keparahan kerusakan.
Apabila ditemukan adanya kerusakan pada rumah, warga diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang setempat. Pelaporan ini merupakan langkah awal yang krusial dalam proses penanganan pasca-bencana.
"Kami imbau saudara-saudara kami yang masih di lingkungan pengungsian, untuk bisa melakukan pengecekan rumah masing-masing," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Warga yang mengungsi diminta untuk memastikan apakah ada kerusakan struktur atau keretakan yang terlihat di sudut-sudut rumah mereka. Perhatian terhadap detail kecil dapat membantu dalam penilaian kerusakan secara keseluruhan.
"Jika ada rumah yang mengalami kerusakan diimbau melaporkan ke aparat desa atau BPBD setempat," tambah Abdul Muhari. Tindakan proaktif dari warga sangat diharapkan untuk mempercepat proses pendataan.
"Segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat. Ini akan menjadi data awal kami nantinya untuk bisa melakukan rekapitulasi dari rumah rusak yang akan kita verifikasi secara teknis nantinya," jelas Deputi Bidang Pencegahan BNPB tersebut.
Data yang terkumpul dari laporan warga ini nantinya akan menjadi dasar bagi BNPB untuk melakukan verifikasi teknis. Proses ini penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh setiap rumah.