TIMESINDONESIA.MY.ID - Media sosial kini tengah diramaikan oleh fenomena masyarakat yang mencoba melakukan prosedur tambal gigi sendiri di rumah. Tren ini melibatkan penggunaan bahan-bahan "Do It Yourself" (DIY) yang dijual secara bebas di berbagai marketplace daring.
Praktik ini menuai kekhawatiran mendalam dari kalangan medis karena potensi risiko kesehatan yang sangat serius bagi penggunanya. Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa prosedur medis gigi memerlukan keahlian serta sterilisasi alat yang tepat.
Dikutip dari detikcom, seorang dokter gigi bernama drg. Aprillya Sakila baru-baru ini membagikan pengalamannya saat menangani pasien yang menjadi korban dari tren tersebut. Pasien itu diketahui nekat menambal giginya sendiri menggunakan bahan yang dibeli melalui internet.
"Pasien datang dengan kondisi keluhan rasa sakit yang hebat dan gusi mengalami pembengkakan yang cukup parah," ujar drg. Aprillya Sakila.
Kejadian ini menunjukkan betapa bahayanya melakukan tindakan medis tanpa pengawasan profesional. Bahan-bahan yang dijual secara bebas seringkali tidak memenuhi standar medis yang diperlukan untuk kesehatan rongga mulut.
Penggunaan bahan yang tidak tepat dapat memicu peradangan, infeksi, hingga kerusakan permanen pada struktur gigi. Selain itu, prosedur yang dilakukan secara sembarangan berisiko memperburuk kondisi kesehatan gigi yang awalnya mungkin hanya memerlukan penanganan ringan.
Dokter gigi sangat menyarankan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tren kesehatan yang belum teruji keamanannya. Segeralah berkonsultasi ke klinik gigi resmi jika mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih informasi terkait kesehatan di media sosial. Kesehatan gigi merupakan bagian vital yang memerlukan penanganan oleh tenaga ahli agar terhindar dari komplikasi di masa depan.