TIMESINDONESIA.MY.ID - Persiapan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dilaporkan terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Alissa Wahid, putri sulung dari Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Meskipun dalam perjalanannya terdapat dinamika internal yang mewarnai, komitmen untuk menyukseskan muktamar tetap terjaga. Baik Organizing Committee (OC) maupun Steering Committee (SC) disebut terus bekerja keras mematangkan setiap tahapan persiapan.
"Tetapi kalau persiapan, persiapan pelaksanaan sih, berjalan insya Allah dengan baik," ujar Alissa Wahid saat ditemui di Gereja Katedral Jakarta pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa para peserta muktamar, atau yang disebut muktamirin, khususnya yang memiliki hak suara, sebagian besar telah diumumkan. Hal ini menunjukkan adanya transparansi dalam proses persiapan.
Dalam kesempatan yang sama, Alissa Wahid juga mengamati bahwa bursa calon pemimpin atau mandataris pada Muktamar NU kali ini menunjukkan geliat yang lebih ramai dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
Fenomena ini dipandang sebagai indikator positif yang mencerminkan adanya dinamika demokrasi yang sehat di dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Dan teman-teman juga sudah tahu, peserta atau muktamirin, pemilik suara terutama, itu juga sudah diumumkan kan sebagian besarnya," ungkap Alissa Wahid.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keramaian bursa calon menunjukkan adanya animo yang tinggi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam menentukan arah organisasi ke depan.
"Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa bursa calon pemimpin atau mandataris Muktamar NU kali ini lebih ramai dibandingkan sebelumnya," jelas Alissa Wahid.